Jumat, 03 Mei 2013

Bab 4 teori hipotesis



Kerangka berpikir
Kerangka berpikir / kerangka pemikiran / kerangka konseptual adalah dasar pemikiran dari penelitian yg disinstesiskan dari fakta, observasi dan telaah kepustakaan.
Kerangka berpikir membuat teori, argumen, konsep yg akn dijadikan dasar dlm penelitian.
Uraian kerangka berpikir menjelaskan hubungan dan keterkaitan antar variabel penelitian.
Kerangka berpikir menggambarkan alur pemikiran penelitian dan memberikan penjelasan pd pembaca, mengapa peneliti memiliki anggapan seperti yg dinyatakan pd Hipotesis.
Apabila penelitian bersifat Deskriptif, Kerangka Berpikir diganti dengan Pendekatan Masalah.
Hipotesis penelitian
  Jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
  Pernyataan yg bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.
  Jawaban berdasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data à jawaban teoritis, belum jawaban empiris.
Karateristik hipotesis yang baik
  Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
  Diyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran.
  Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah.Harus menyatakan hubungan
  Harus sesuai dgn fakta
  Berhubungan dgn ilmu pengetahuan
  Sederhana
  Dapat menerangkan fakta
Jenis hip0tesis
1. Hipotesis Direksional: hipotesis yg menyatakan hubungan antara dua variabel atau membandingkan dua kelompok, istilah-istilah seperti: positif, negatif, lebih dari, kurang dari dan lainnya.
                Cth:
Ø  Semakin tinggi tingkat strs yg dialami dalam pekerjaan, semakin rendah kepuasan kerja karaywan.
Ø  Wanita lebih termotivasi dibanding pria dalam bekerja.
2. Hipotesis Non Direksional: hipotesis yg mengargumenkan hubungan atau perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan perbedaan tesebut.
                Cth:
Ø   Terdapat hubungan antara usia dan kepuasan kerja.
Ø   Terdapat perbedaan antara nilai etika kerja karyawan Asia dan Eropa.
3. Hipotesis Nol (Null n/ Nihil): hipotesis yg menyatakan bahwa korelasi populasi antara dua variabel adalah sama dengan nol. Pernyataan nol (suatu angka tertentu) mengungkapkan: tidak ada hubungan, tidak ada perbedaan variabel.
4.Hipotesis Alternatif: merupakan kebalikan dari hipotesis nol, yakni pernyataan yg mengungkapkan hubungan, perbedaan variabel.
5. Hipotesis Kerja: anggapan peneliti thdp suatu masalah yg sdg dikaji.
6. Hipotesis Operasional: bersifat objektip dan netral, tdk hanya berdasar anggapan dasar tp jg berdasar objektivitas.
7. Hipotesis Statistik: dirumuskan dlm bentuk notasi statistik, berdasarkan pengamatan angka/kuantitatip.

Bentuk hipotesis penelitian
  1. Deskriptif: tdk menghubungkan / membandingkan dgn variabel lain.
v  Daya tahan lampu merk X = 600 jam (Ho)
v  Daya tahan lampu merk X ≠ 600 jam (Ha)
  1. Komparatif: memberikn jwbn yg bersifat membedakan.
Ø  Tidak ada perbedaan produktivitas kerja antara karyawan di Lembaga A dan B (Ho)
Ø  Ada perbedaan produktivitas kerja antara karyawan di Lembaga A dan B (Ha)
  1. Asosiatif: memberikn jwbn yg bersifat hubungan.
    • Tidak ada hubungan antara pengawasan melekat dan efisiensi kerja di Departemen X (Ho)
    • Ada hubungan posistif antara pengawasan melekat dan efisiensi kerja di Departemen X (Ha)

Pengujian hipotesis
1. Uji Pihak Kiri: apabila rumusan Ha dinyatakan dengan kalimat: paling tinggi, paling banyak, besar atau maksimum (diberi tanda <), maka Ho harus berbunyi sebaliknya: paling rendah, paling sedikit atau minimum (diberi tanda ≥).
                Kriteria Pengujian:
                Jika -ttabel  thitung maka H0 diterima dan Ha ditolak.
2. Uji Pihak Kanan: apabila rumusan Ha dinyatakan dengan kalimat: paling tinggi, paling banyak, besar atau maksimum (diberi tanda ≥), maka Ho harus berbunyi sebaliknya :paling rendah, paling sedikit atau minimum (diberi tanda ≤).
                Kriteria Pengujian:
                Jika +ttabel  thitung maka H0 diterima dan Ha ditolak.
3. Uji Dua Pihak: 
                Kriteria Pengujian:
                Jika -ttabel  thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
4. Uji Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dengan asumsi variabel lain konstan. Tahap pengujiannya adalah:
  Jika t hitung < t tabel atau probabilitas signifikansi > a, maka H0 diterima
  Jika t hitung > t tabel atau probabilitas signifikansi < a, maka H0 ditolak
5. Uji Simultan (Uji F)
Uji F statistik dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Tahap pengujiannya adalah:
  Jika F hitung > Ftabel atau Sig. F < a maka Ho ditolak dan H1 diterima
  Jika F hitung < Ftabel atau Sig. F > a maka Ho diterima dan H1 ditolak
Hubungan teori, hipotesis dan penelitian
Teori:
Ø  Alat terpenting dari suatu ilmu pengetahuan.
Ø  Selain mengumpulkan fakta, teori juga memberikan kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi dari fakta yang dikumpulkan dalam penelitian, memberi ramalan terhadap gejala baru yang terjadi, dan mengisi lowongan dalam pengetahuan kita tentang gejala yang telah atau sedang terjadi à generalisasi empiris
Ø  Kerangka penelitian berfungsi sebagai pendorong proses pemikiran yang kongkret.
Kerangka teori membantu peneliti dalam:
v  Menentukan tujuan dan arah penelitian.
v  Memilih konsep-konsep yang tepat guna membentuk hipotesis-hipotesisnya.
v  Membimbing peneliti dalam menentukan bagaimana rumusan masalah, informasi yang perlu dikumpulkan dan bagaimana informasi harus dianalisis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar