Jumat, 03 Mei 2013

BAB 3 rumusan masalah



Rumusan masalah yang baik
  Menurut Fraenkel dan Walen:
¡  Masalah harus feasible - dapat dijawab melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga dan waktu.
¡  Masalah harus jelas - semua orang memberi persepsi yang sama terhadap masalah.
¡  Masalah harus signifikan - jawaban memberi kontribusi terhadap pengembangan ilmu da pemecahan masalah kehidupan manusia.
¡  Masalah bersifat etis - tidak berkenaan dengan hal-hal bersifat etika, moral, nilai keyakinan, agama.
Menurut Tuckman: masalah yang baik adalah yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih, dinyatakan dalam kalimat tanya atau secara implisit mengandung pertanyaan

Ciri masalah yang baik
1. Mempunyai nilai penelitian:
Ø   Mempunyai keaslian
Ø   Menyatakan suatu hubungan
Ø   Merupakan hal yg penting
Ø   Dapat diuji
Ø   Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
2. Mempunyai fisibel:
ü   Metode harus tersedia
ü   Alat dan kondisi mengizinkan
ü   Dipecahkan dgn seimbang
ü   Didukung sponsor
ü   Tidak bertentangan hukum dan adat
3. Sesuai dengan kualifikasi peneliti:
v  Menarik bagi peneliti
 Sesuadi dgn derajat ilmiah peneliti
Sumber masalah
Sumber memperoleh masalah:
      1.  Pengamatan thdp kegiatan manusia
      2.  Bacaan
      3.  Analisis bidang pengetahuan
      4.  Ulangan serta perluasan penelitian
      5.  Cabang studi yg sdg dikerjakan
      6.  Pengalaman dan catatan pribadi
      7.  Praktik serta keinginan masyarakat
      8.  Bidang spesialisasi
      9.  Pelajaran yg sdg diikuti
      10.  Diskusi ilmiah
      11.  Perasaan intuisi.
Latar belakang masalh
Latarbelakang masalah menjelaskan mengapa masalah yg diteliti muncul dan penting dilihat dari segi keinginan peneliti, pengembangan ilmu pengetahuan dan kepentingan lainnya. Latarbelakang mengungkapkan gejala-gejala kesenjangan yg terdapat di lapangan sbg dasar pemikiran utk memunculkan permasalahan.
Perlu dijelaskan juga kedudukan masalah yg diteliti dalam wilayah bidang studi yg ditekuni peneliti. Latarbelakang juga menyajikan fakta / keadaan aktual  / data yg menarik perhatian peneliti.
Dari latarbelakang masalah maka dapat dibuat Identifikasi Masalah, Batasan Masalah dan Rumusan Masalah.


Cara merumuskan masalah
      1. Dirumuskan dlm bentuk pertanyaan
      2.  Jelas dan padat
      3.  Berisi implikasi adanya data utk memecahkan masalah
      4.  Merupakan dasar membuat hipotesis
      5.  Merupakan dasar bagi judul penelitian
Bentuk masalah penelitian
1. Masalah Deskriptif:
Suatu permasalahan yg berkenaan dengan variabel mandiri à tanpa perbandingan dan menghubungkan.
Contoh:
÷  Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di STIE ABC?
÷  Seberapa baik interaksi kerja karyawan di STIE ABC?
÷  Bagaimana sikap masyarakat  program PNPM?
÷  Bagaimana pelayanan nasabah pada Bank AAA?
2. Permasalah Komparatif:
Suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan suatu variabel pada dua sampel atau lebih.
Contoh:
÷  Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri dan swasta?
÷  Adakah perbedaan interaksi kerja antara karyawan di STIE ABC dengan STIE XYZ?
÷  Adakah terdapat perbedaan disiplin kerja antara pegawai swasta dan BUMN? Seberapa besar perbandingan PAD kota Pematangsiantar dengan Kabupaten Simalungun
3. Permasalahan Asosiatif:
Suatu permasalahan yang bersifat menghubungkan dua variabel atau lebih.
Ada 3 macam hubungan:
a. Simetris à hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat kebersamaan, bukan hubungan kausal maupun interaktif.
                Contoh:
Ø  Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah?
Ø  Bagaimana hubungan antara postur tubuh seseorang dengan gaya kepemimpinan?
2. Kausal à bersifat sebab-akibat, ada variabel independen dan dependen.
                Contoh:
Ø  Adakah pengaruh komitmen pegawai terhadap prestasi kerja?
Ø  Seberapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja karyawan?
3. Interaktif à saling mempengaruhi.
                Contoh:
    • Seberapa besar hubungan antara motivasi dan prestasi?
    • Bagaimana pengaruh kasus bom Bali terhadap perubahan iklim investasi di Indonesia?
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan keinginan peneliti atas hasil penelitian dengan mengetengahkan indikator apa yang hendak ditemukan dalam penelitian, terutama yg berkaitan dgn variabel penelitian.
Tujuan mengungkapkan keinginan peneliti utk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yg diajukan. Tujuan harus konsisten dengan identifikasi masalah, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitiannya.

Kegunaan penelitian
Kegunaan penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kegunaan utk menjelaskan manfaat dari penelitian. Kegunaan biasanya berhubungan dgn saran-saran.
Kegunaan dibagi 2:
  1.  Kegunaan Teoritis: Kegunaan mengembangkan ilmu.
  2.  Kegunaan Praktis: membantu memcahkan dan mengantisipasi masalah yg ada pd objek penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar